Covid-19 menjadi isu panas
sejak akhir 2019 di Wuhan, Cina. Isu tersebut, di Indonesia mulai ramai
diperbincangkan sejak pemerintah resmi mengumumkan bahwa ada 2 pasien
positif Corona yang diumumkan pada tanggal 2 Maret 2020. Alhasil pemerintah
mulai merancang strategi untuk meminimalisir penyebaran virus covid-19 yang
penyebarannya sangat massif. Dimulai dari penyemprotan cairan disinfektan, physical distancing, kerja dari rumah,
penggunaan masker, larangan mudik dan banyak lagi yang pemerintah anjurkan dan
larang agar virus ini tidak menyebar luas. Pemerintahpun juga mulai
merancang anggaran kembali agar masyarakat marginal yang rentan bisa tetap survive, mulai dari memberikan subsidi
listrik, pemberian sembako melalui Kemensos serta beberapa rencana Pemerintah
Pusat yang belum terealisasi karena masih dalam proses koordinasi dengan Pemerintah
Daerah.
Penyebaran wabah Covid-19
diprediksi masih akan terus berlangsung hingga beberapa waktu mendatang,
sehingga Mendikbud Nadiem Makarim memberikan sebuah keputusan bahwa
Ujian Nasional tingkat SD, SMP, dan SMA dibatalkan, karena tidak mungkin tetap
memaksakan siswa berkumpul yang justru akan membahayakan dan bisa menjadi
rantai penyebaran Covid-19, tidak hanya penghapusan Ujian Nasional pada
beberapa tingkatan pendidikan, Kemendikbud juga memberikan Surat Edaran untuk
belajar di rumah. Himbauan ini berulang kali diedarkan, yang semula siswa masuk
awal April kemudian ada edaran kedua masuk Minggu keempat April melihat situasi
di lapangan belum kondusif maka ada surat edaran perpanjangan kembali hingga akhir
Mei 2020.
Melihat fenomena seperti
ini, orang tua disini perannya sangat dibutuhkan untuk mendampingi buah hati
belajar dari rumah. Setiap sekolah mempunyai caranya sendiri untuk tetap
melakukan proses pembelajaran dengan jarak jauh, tetapi sangat disayangkan jika
masa Pandemi ini anak-anak justru tidak sepenuhnya belajar dari rumah karena
ketidak sadaran diri mereka akan pentingnya pendidikan. Orang tua di sini
sangat dibutuhkan kerjasamanya untuk selalu mengawasi dan memotivasi anaknya
agar tetap bisa belajar dirumah selama masa Pandemi. Jangan sampai masa Pandemi
ini dimanfaat untuk jalan-jalan atau sekedar kongkow-kongkow yang tidak
bermanfaat.
Sebelum proses pembelajaran
online, tentu guru atau dosen sudah mempersiapkan materi. Maka siswa haru mampu
mengendalikan diri dengan benar-benar belajar, bukan bermain sosmed atau justru
bermain game. Jika pembelajaran online akan dimulai maka harus diikuti dengan
baik. Sebab, kalau siswa tidak mengikuti maka materinya akan tertinggal jauh, dalam
hal ini diharapkan siswa bisa mematuhi
peraturan dalam pembelajaran daring agar visi dan misi sekolah tetap bisa
berjalan dengan baik.