Jumat, 17 April 2020

Pandemi & Perilaku Siswa


Covid-19 menjadi isu panas sejak akhir 2019 di Wuhan, Cina. Isu tersebut, di Indonesia mulai ramai diperbincangkan  sejak pemerintah resmi mengumumkan bahwa ada 2 pasien positif Corona yang diumumkan pada tanggal 2 Maret 2020. Alhasil pemerintah mulai merancang strategi untuk meminimalisir penyebaran virus covid-19 yang penyebarannya sangat massif. Dimulai dari penyemprotan cairan disinfektan, physical distancing, kerja dari rumah, penggunaan masker, larangan mudik dan banyak lagi yang pemerintah anjurkan dan larang agar virus ini tidak menyebar luas.  Pemerintahpun juga mulai merancang anggaran kembali agar masyarakat marginal yang rentan bisa tetap survive, mulai dari memberikan subsidi listrik, pemberian sembako melalui Kemensos serta beberapa rencana Pemerintah Pusat yang belum terealisasi karena masih dalam proses koordinasi dengan Pemerintah Daerah. 

Penyebaran wabah Covid-19 diprediksi masih akan terus berlangsung hingga beberapa waktu mendatang, sehingga Mendikbud Nadiem Makarim memberikan sebuah  keputusan bahwa  Ujian Nasional tingkat SD, SMP, dan SMA dibatalkan, karena tidak mungkin tetap memaksakan siswa berkumpul yang justru akan membahayakan dan bisa menjadi rantai penyebaran Covid-19, tidak hanya penghapusan Ujian Nasional pada beberapa tingkatan pendidikan, Kemendikbud juga memberikan Surat Edaran untuk belajar di rumah. Himbauan ini berulang kali diedarkan, yang semula siswa masuk awal April kemudian ada edaran kedua masuk Minggu keempat April melihat situasi di lapangan belum kondusif maka ada surat edaran perpanjangan kembali hingga akhir Mei 2020. 

Melihat fenomena seperti ini, orang tua disini perannya sangat dibutuhkan untuk mendampingi buah hati belajar dari rumah. Setiap sekolah mempunyai caranya sendiri untuk tetap melakukan proses pembelajaran dengan jarak jauh, tetapi sangat disayangkan jika masa Pandemi ini anak-anak justru tidak sepenuhnya belajar dari rumah karena ketidak sadaran diri mereka akan pentingnya pendidikan. Orang tua di sini sangat dibutuhkan kerjasamanya untuk selalu mengawasi dan memotivasi anaknya agar tetap bisa belajar dirumah selama masa Pandemi. Jangan sampai masa Pandemi ini dimanfaat untuk jalan-jalan atau sekedar kongkow-kongkow yang tidak bermanfaat.

Sebelum proses pembelajaran online, tentu guru atau dosen sudah mempersiapkan materi. Maka siswa haru mampu mengendalikan diri dengan benar-benar belajar, bukan bermain sosmed atau justru bermain game. Jika pembelajaran online akan dimulai maka harus diikuti dengan baik. Sebab, kalau siswa tidak mengikuti maka materinya akan tertinggal jauh, dalam hal ini diharapkan  siswa bisa mematuhi peraturan dalam pembelajaran daring agar visi dan misi sekolah tetap bisa berjalan dengan baik.

PROSES ISLAMISASI DI JAWA SEJAK MASA PASCA KERUNTUHAN MAJAPAHIT

MAKALAH PROSES ISLAMISASI DI JAWA SEJAK MASA PASCA KERUNTUHAN MAJAPAHIT Mata Kuliah            : Konsep Teori dan Pemikiran...