PERMINTAAN
UANG
Uang didefinisikan
sebagai alat pertukaran ( medium of exchange ), yaitu suatu barang atau bentuk
kekayaan riil ( tangible asset ) yang secara umum diterima sebagai pembayaran. Dalam sejarah ekonomi telah tercatat bahwa
sebagai alat penukaran pernah dipergunakan suatu barang yang berharga seperti
gading gajah, tulang, dan berbagai macam logam. Meskipun demikian, berbagai barang berharga ini
tidak semata-mata berperan sebagai uang seperti yang dimaksud diatas.
Jumlah uang yang diminta didalam
suatu perekonomian, termasuk berbagai jenis kekayaan moneter lain, sangat
dipengaruhi oleh kondisi kelembagaan, peraturan pemerintah dan perkembangan
teknologi. Perkembangan teknologi pembayaran misalnya, telah mengubah jumlah
uang yang diminta untuk suatu tingkat pendapatan tertentu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan uang :
Ø Besar kecilnya pembelanjaan negara tentang
pendapatan nasional
Ø Cepat atau lambatnya laju peradaran uang
Ø Motif masyarakat dalam memiliki uang.
TEORI PERMINTAAN KEYNES
Keynes menerangkan mengapa
seseorang memegang uang kas berdasarkan kegunaan uang. Seperti kita ketahui,
uang dapat berfungsi sebagai alat tukar ( transaksi ) dan penyimpanan kekayaan.
Dalam teorinya tentang permintaan akan uang kas, keynes membedakan antara motif
transaksi ( dan berjaga-jaga ) serta spekulasi.
1. Permintaan Uang Untuk Tujuan Transaksi
Permintaan uang kas untuk
tujuan transaksi ini tergantung dari pendapatan. Makin tinggi tingkat
pendapatan seseorang, makin besar keinginan akan uang kas untuk transaksi.
Seseorang atau masyarakat yang tingkat pendapatannya tinggi, biasanya melakukan
transaksi yang lebih banyak dibanding seseorang atau masyarakat yang
pendapatannya lebih rendah.
2. Permintaan Uang Untuk Berjaga-jaga
Motif berjaga-jaga merupakan salah satu pendorong
mengapa orang menyimpan uang. Motif
berjaga-jaga muncul ketika rumah tangga dan perusahaan merasa tidak
pasti terhadapa pererimaan dan pembayaran.
3. Permintaan Uang Untuk Spekulasi
Besarnya permintaan uang untuk
tujuan spekulasi ini, ditentukan oleh perbandingan hasil dari bentuk kekayaan
yang lain. Misalnya ada 2 bentuk kekayaan, uang ( Money
M ) dan Obligasi ( Bond B ). Apabila memegang uang, maka hasil yang diperoleh tidak ada namun memperoleh
kemudahaan untuk melakukan transaksi. Dengan memegang obligasi, seseorang akan
memperoleh bungan. Dengan demikian semakin tinggi tingkat bungan makin rendah
keinginan masyarakat memegang uang kas untuk tujuan / motif spekulasi.
TEORI PERMINTAAN UANG FRIEDMAN
Teori permintaan uang friedman
ini dikenal dengan ” restatement ” of
the quantity theory ( penegasan kembali tentang teori kuantitas ). Friedman menyatakan bahwa uang pada prinsipnya
merupakan salah satu bentuk kekayaan. Permintaan uang ( mirip dengan permintaan
akan suatu barang ) tegantung pada tiga hal, yaitu :
Ø Total kekayaan yang dimiliki, dalam segala
macam bentuk kekayaan ini merupakan kendala anggaran ( budget constraint ) dalam
prilaku konsumen.
Ø Harga dan keuntungan ( return ) dari
masing-masing bentuk kekayaan.
Ø Selera dan preferensi pemilik kekayaan.
Analisis Friedman bertitik tolak pada keuntungan marginal dari proses
substitusi antar bentuk kekayaan seperti uang, obligasi, saham, surat berharga
dan bentuk kekayaan yang lain ( baik manusiawi maupun non manusiawi ).
TEORI PERMINTAAN UANG KLASIK
Teori permintaan uang klasik
bermula dari teori tentang jumlah uang yang beredar dalam masyarakat ( teori
kuantitas uang ). Teori ini tidak dimaksudkan untuk menjelaskan mengapa
seseorang / masyarakat menyimpan uang kas, tetapi lebih pada peranan uang dalam
perekonomian.