Jumat, 04 April 2014

PERMINTAAN UANG



PERMINTAAN UANG

Uang didefinisikan sebagai alat pertukaran ( medium of exchange ), yaitu suatu barang atau bentuk kekayaan riil ( tangible asset ) yang secara umum diterima sebagai pembayaran.  Dalam sejarah ekonomi telah tercatat bahwa sebagai alat penukaran pernah dipergunakan suatu barang yang berharga seperti gading gajah, tulang, dan berbagai macam logam. Meskipun demikian, berbagai barang berharga ini tidak semata-mata berperan sebagai uang seperti yang dimaksud diatas.
Jumlah uang yang diminta didalam suatu perekonomian, termasuk berbagai jenis kekayaan moneter lain, sangat dipengaruhi oleh kondisi kelembagaan, peraturan pemerintah dan perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi pembayaran misalnya, telah mengubah jumlah uang yang diminta untuk suatu tingkat pendapatan tertentu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan uang :
Ø  Besar kecilnya pembelanjaan negara tentang pendapatan nasional
Ø  Cepat atau lambatnya laju peradaran uang
Ø  Motif masyarakat dalam memiliki uang.


  TEORI PERMINTAAN KEYNES
Keynes menerangkan mengapa seseorang memegang uang kas berdasarkan kegunaan uang. Seperti kita ketahui, uang dapat berfungsi sebagai alat tukar ( transaksi ) dan penyimpanan kekayaan. Dalam teorinya tentang permintaan akan uang kas, keynes membedakan antara motif transaksi ( dan berjaga-jaga ) serta spekulasi.

1. Permintaan Uang Untuk Tujuan Transaksi
Permintaan uang kas untuk tujuan transaksi ini tergantung dari pendapatan. Makin tinggi tingkat pendapatan seseorang, makin besar keinginan akan uang kas untuk transaksi. Seseorang atau masyarakat yang tingkat pendapatannya tinggi, biasanya melakukan transaksi yang lebih banyak dibanding seseorang atau masyarakat yang pendapatannya lebih rendah.


2. Permintaan Uang Untuk Berjaga-jaga
Motif  berjaga-jaga merupakan salah satu pendorong mengapa orang menyimpan uang. Motif  berjaga-jaga muncul ketika rumah tangga dan perusahaan merasa tidak pasti terhadapa pererimaan dan pembayaran.

3. Permintaan Uang Untuk Spekulasi
Besarnya permintaan uang untuk tujuan spekulasi ini, ditentukan oleh perbandingan hasil dari bentuk kekayaan yang lain. Misalnya ada 2 bentuk kekayaan, uang ( Money M ) dan Obligasi ( Bond B ). Apabila memegang uang, maka hasil yang diperoleh tidak ada namun memperoleh kemudahaan untuk melakukan transaksi. Dengan memegang obligasi, seseorang akan memperoleh bungan. Dengan demikian semakin tinggi tingkat bungan makin rendah keinginan masyarakat memegang uang kas untuk tujuan / motif spekulasi.

  TEORI PERMINTAAN UANG FRIEDMAN
Teori permintaan uang friedman ini dikenal dengan ” restatement ” of  the quantity theory ( penegasan kembali tentang teori kuantitas ).  Friedman menyatakan bahwa uang pada prinsipnya merupakan salah satu bentuk kekayaan. Permintaan uang ( mirip dengan permintaan akan suatu barang ) tegantung pada tiga hal, yaitu :
Ø  Total kekayaan yang dimiliki, dalam segala macam bentuk kekayaan ini merupakan kendala anggaran ( budget constraint ) dalam prilaku konsumen.
Ø  Harga dan keuntungan ( return ) dari masing-masing bentuk kekayaan.
Ø  Selera dan preferensi pemilik kekayaan. Analisis Friedman bertitik tolak pada keuntungan marginal dari proses substitusi antar bentuk kekayaan seperti uang, obligasi, saham, surat berharga dan bentuk kekayaan yang lain ( baik manusiawi maupun non manusiawi ).       

  TEORI PERMINTAAN UANG KLASIK
Teori permintaan uang klasik bermula dari teori tentang jumlah uang yang beredar dalam masyarakat ( teori kuantitas uang ). Teori ini tidak dimaksudkan untuk menjelaskan mengapa seseorang / masyarakat menyimpan uang kas, tetapi lebih pada peranan uang dalam perekonomian.

PROSES ISLAMISASI DI JAWA SEJAK MASA PASCA KERUNTUHAN MAJAPAHIT

MAKALAH PROSES ISLAMISASI DI JAWA SEJAK MASA PASCA KERUNTUHAN MAJAPAHIT Mata Kuliah            : Konsep Teori dan Pemikiran...