Jogja
hampir setiap malam hujan, seketika tidak sengaja setelah pulang kuliah saya
melihat acara Kabar Tokoh di televisi. Kali ini saya ingin membuat catatan
mengenai ending dari obrolan tokoh di televisi tersebut yang menurut saya pribadi
sangat bagus sekali. Kebetulan tokoh tersebut adalah ulama besar Indonesia yakni Bapak Hasyim Muzadi, beliau
diminta memberikan semacam tausiah kepada penonton guna membuat kita semua
sadar bahwa negeri ini harus berbangga pada saat yang sama menghargai
plurarisme, perbedaan pendapat tetapi berbasiskan hukum sebagai kebijakan.
“Yang
penting kesadaran kita semua bangsa Indonesia bahwa kita harus memajukan,
memelihara, dan membangun Indonesia. Karena disitu nasib kita, kalau keadaan
Indonesia tidak bagus, maka golongan apapun yang ada di Indonesia nasibnya akan
tidak bagus. Sehingga kalau disebut Indonesia mayoritas islam, juga islamnya
akan bagus kalau Negaranya bagus. Oleh karenanya, jangan ada upaya-upaya untuk
mempersulit Negara, karena upaya itu sama artinya dengan mempersulit diri
sendiri, nah, bahwa disebuah Negara selalu terbentur dengan berbagai macam
problema itu adalah kewajaran, tapi hendaknya menjadikan pemicu pematangan
solusi terhadap semua problema-problema itu. Nah, selebihnya dari pada itu kita
harus selalu sadar, bahwa yang benar-benar ingin Indonesia maju adalah orang
Indonesia sendiri, orang lain mungkin menginginkan Indonesia dalam kepentingan
mereka, tapi yang dalam kepentingan Indonesia adalah Indonesia sendiri, oleh
karenanya maka Bhinneka Tunggal Ika harus dipertahankan, Bhinneka tidak sulit
yang sulit adalah format Tunggal Ika nya dan format itu sudah jelas, yakni
Pancasila dan UUD 45 dan komitmen kebangsaan masalahnya kita masih konsisten
disitu apakah tidak. Semoga Allah SWT
melindungi kita sekalian sebagai bangsa yang alamnya makmur, seharusnya kita
makmur seperti alam yang diberikan oleh Allah SWT. Ujar Bapak Hasyim Muzadi”
Jadi kita sebagai bangsa Indonesia yang hidup di
negeri yang sangat makmur dan kaya ini bisa bersatu untuk kepentingan bersama
dalam rangka memajukan negera Indonesia serta NKRI harga mati bagi kita
Bhinneka Tunggal Ika harus dijalankan sesuai dengan falsafah kita yakni
Pancasila dan UUD 45 sebagai konstitusi Negara Indonesia.