Jumat, 04 April 2014

Makalah Wirausaha



BAB I
PENDAHULUAN
1.     LATAR BELAKANG
Kemauan dan kemampuan untuk mengambil resiko merupakan salah satu nilai utama dalam kewirausahaan. Wirausaha yang tidak mau mengambil resiko akan sukar memulai atau berinisiatif. Wirausaha adalah orang yang lebih menyukai usaha-usaha yang lebih menantang untuk lebih mencapai kesuksesan atau kegagalan daripada usaha yang kurang menantang. Oleh sebab itu, wirausaha kurang menyukai resiko yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Keberanian untuk menanggung resiko yang menjadi nilai kewirausahaan adalah pengambilan resiko yang penuh dengan perhitungan yang realistis.

  1. RUMUSAN MASALAH
  1. Apa yang dimaksud dengan wirausaha ?
  2. Bagimana cara membangun visi dan misi organisasi usaha ?
  3. Apakah faktor penghambat yang mungkin timbul dalam membuat usaha baru ?

  1. TUJUAN MAKALAH
Tujuan pembuatan makalah ini secara umum sebagai bahan referensi teman-teman dan sebagai tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah.
Adapun tujuan penulisan secara khusus adalah sebagai berikut :
a)      Mengetahui definisi wirausaha .
b)      Mengetahui bagaimana caranya membangun visi dan misi organisasi usaha.
c)      Mengetahui faktor penghambat yang mungkin timbul dalam membuat usaha baru.






BAB 11
PEMBAHASAN
PERHITUNGAN RESIKO DAN MISI KEDEPAN WIRAUSAHA

1.     Berani Menghadapi Resiko
Kemauan dan kemampuan untuk mengambil resiko merupakan salah satu nilai utama dalam kewirausahaan.  Wirausaha yang tidak mau mengambil resiko akan sukar memulai atau berinisiatif. Menurut Angelita S. Bajaro, "seorang wirausaha yang berani menanggung resiko adalah orang yang selalu ingin jadi pemenang dan memenangkan dengan cara yang baik " ( Yuyun Wirasasmita, dalam Suryana,
 2003 : ). Wirausaha adalah orang yang lebih menyukai usaha-usaha yang lebih menantang untuk lebih mencapai kesuksesan atau kegagalan daripada usaha yang kurang menantang. Oleh sebab itu, wirausaha kurang menyukai resiko yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Keberanian untuk menanggung resiko yang menjadi nilai kewirausahaan adalah pengambilan resiko yang penuh dengan perhitungan yang realistis. Kepuasan yang besar diperoleh apabila berhasil dalam melaksanakan tugas-tugasnya secara realistis. Wirausaha menghindari situasi resiko yang rendah karena tidak ada tantangan, dan menjauhi situasi resiko yang tinggi karena ingin berhasil.
Pilihan terhadap resiko ini sangat tergantung  pada :
  1. Daya tarik setiap alternatif
  2. kesediaan untuk rugi
  3. kemungkinan relatif untuk sukse atau gagal
Untuk bisa memilih, sangat ditentukan oleh kemampuan wirausaha untuk mengambil resiko antara lain :
  1. Keyakinan pada diri sendiri
  2. kesediaan untuk mneggunakan kemampuan dalam mencari peluang dari kemungkinan memperoleh  keuntungan.
  3. kemampuan untuk menilai situasi resiko secara realisris.
Pengambilan resiko berkaitan dengan keprcayaan diri sendiri. Artinya, semakin besar keyakinan orang tersebut akan kesanggupan mempengaruhi hasil dan keputusan, dan semakin besar pula kesediaan seseorang untuk mencoba apa yang menurut orang-orang yang inovatif dan kreatif yang merupakan bagian terpenting dari perilaku kewirausahaan ( Suryana, 2003 : 22 ).
JALAN MENUJU WIRAUSAHA SUKSES

Menurut Murphy and Peck, ada sekitar delapan hal yang menjadi suatu anak tangga agar seorang wirausaha dapat mengembangkan profesinya, hal tersebut :
  1. Mau bekerja keras ( capacity for hard work )
  2. Bekerja sama dengan orang lain ( getting things done with and through
people )
  1. Penampilan yang baik ( good appearance )
  2. Yakin ( self confident )
  3. Pandai membuat keputusan ( making sound decision )
  4. Mau mneambah ilmu pengetahuan ( college eduction )
  5. Ambisi untuk maju ( ambition drive )
  6. Pandai berkomunikasi ( ability to communicate )
Menurut Zimmerer, karakteristik wirausaha yang sukse adalah :
  1. komitmen tinggi terhaddap tugas
  2. mau bertanggung jawab
  3. mempertahakan minat kewirausahaan dalam diri
  4. peluang untuk mencapai obsesi
  5. toleransi terhadap resiko dan ketidakpastian
  6. yakin pada diri sendir
  7. kreatif dan fleksibel
  8. ingin memperoleh balikan segera
  9. enerjik tinggi
  10. motivasi untuk lebih unggul
  11. berorientasi masa depan
  12. mau belajar dari kegagalan
  13. kemampuan memimpin




2.     Visi dan Misi Berwirausaha
  1. Pengertian visi dan misi
Adalah sebuah usaha tanpa visi dan misi tak ubahnya berjalan tanpa tujuan dan peta. Kita tidak tahu kemana akan melangkah.
Setelah kita mengetahui tujuan perjalanan kita, hal yang kita butuhkan berikutnya adalah peta. Arah ini tidak ubahnya adalah visi. Dengan adanya arah yang jelas hendak kemana, kita akan mampu tiba ditempat tujuan. Sedangkan peta adalah gambaran bagaimana kita mencapai tujuan itu, atau misi.
Pandangan atau wawasan kedepan mengenai hal-hal yang ingin  dicapai oleh suatu organisasi usaha.
Ø  Kemampuan untuk melihat pada inti persoalan
Ø  Pandangan atau wawasan kedepan
Ø  Kemampuan untuk merasakan sesuatu yang tidak tampak melalui kehalusan jiwa dan ketajaman jiwa.
Ø  Apa yang tampak dalam khayalan
Ø  Penglihatan dan pengamatan.
Dalam visi organisasi tersebut, kita mampu melihat gambaran masa depan yang akan dipilih dan diwujukan oleh suatu usaha.
Sebuah visi perlu dirumuskan. Rumusan itu antara lain bertujuan untuk :
1)      I. Mencerminkan cita-cita yang akan dicapai
2)      II. Memiliki orientasi masa depan perusahaan
3)      III. Menimbulkan komitmen tinggi dari seluruh jajaran dan lingkungan perusahaan
4)      IV. Memberikan arah dan focus strategi perusahaan yang jelas.
5)      V. Menjaga kesinambungan kepemimpinan perusahaan.
Visi adalah jauh kedepan / kearah mana usaha ini akan melangkah.
Misi adalah kegiatan untuk mencapai sasaran atau target yang dilakukan untuk mewujudkan visi dan mnecapai tujuan.
Dalam buku Entrepreneurship, karangan Peggy Lmbing dan Charles R Kuchl, misi dijabarkan lebih lengkap lagi yaitu :
" yaitu pernyataan ringkas dan jelas yang berisi penjelasan mengenai tujuan bisnis dan filosofi yang dijalankan manajemen. Menurut para ahli, pernyataan misi sebaiknya tak lebih dari 50 kata. Agar wirausaha semakin fokus" .
B. Visi dan Misi organisasi usaha
Visi dan misi organisasi yang baik berawal dari pribadi tiap individu. Akan lebih mudah mengikuti  visi dan misi yang dibangun bersama karena adanya rasa memiliki yang tinggi.
Membangun visi dan misi organisasi usaha
Visi organisasi usaha tidak hanya rangkaian kata indah. Visi organisasi memiliki makna lebih jauh dari itu, yakin sebagai pandangan yang dimilliki seluruh anggota organisasi usaha. Untuk menentukan visi organisasi, wirausaha harus memiliki visi pribadi. Ia harus memiliki gambaran kemana ia melangkah, sebelum ia bisa mengarahkan anak buahnya.
" Seorang pemimpin memiliki visi dan keyakinan bahwa sebuah mimpi dapat dicapai. Ia menjiwai kepemimpinan dan bergairah menutasannya ". Ralph Laoren pengusaha dan perancang baju.
Untuk merumuskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan visi suatu organisasi kita bisa menggunakan analisis SWOT ( strenght, weakness, opportuny dan threats ), yakni menganalisis kekuatan dan kelemahan kita. Hal ini bisa dilakukan misalkan dengan menganalisis hal berikut.
a)      Kekuatan organisasi usaha
Kelebihan apa yang dimiliki oleh organisasi usaha yang dijalankan. Kita harus mampu mendeskripsikan dengan detail penawaran yang dilakukan, misalkan :
Ø  Jenis produk, produk yang kita tawarkan bagaimana bentuk, ukuran, bahan, warna, berat, kegunaan, bungkus luar, dan sebagainya kita harus mengetahui apa keunggulannya.
Ø  Pelayanan : apa dan bagaimana pelayanan apa yang diberikan, antar rumah, pelayanan personal, garansi uang kembali, dijamin tepat waktu.
Ø  Hal-hal lain : apa keunggulan yang lain: harag yang lebih murah, letak usaha dekat pasar.
b)      Peluang organisasi usaha
Bagaimana peluang yang dimiliki satu organisasi usaha, baik secar internal maupuan eksternal :
  1. Umumnya bisnis yang masih kecil bisa menawarkan harga yang lebih murah. Hal ini dikarenakan mereka bisa menyewa tenaga kerja tanpa ketentuan UMP atau banyaknya ongkos yang bisa dipangkas. Harga murah bisa menjadi peluang yang menarik yang bisa ditawarkan dan perlu dipertimbangkan.
  2. apakah perbedaan produk dengan produk lain yang sudah ada ? peluang umumnya baik jika wirausaha bisa membuat difernsiasi produk ( memberi ciri khas sebuah produk, misal dari bentuk bungkus, servis dll ).
c)      Hambatan yang mungkin timbul
Dalam membuat usaha baru, baru diprhatikan pula hambatan yang bisa timbul. Hambatan ini penting diperhatikan dalam membuat visi dan misi semakin kuat. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain :
Ø  Bagaimana keberadaan pesaing lain.
Seorang wirausaha baru wajib memiliki ide-ide yang menarik untuk menghadapi pesaing lain.
Ø  Perilaku dan kebiasaan konsumen.
Konsumen umumnya memiliki kebiasaan untuk mnegunjungi usaha yang sudah lama berdiri. Hal ini dapat berubah apabila seoarang wirausahawan memutuskan memiliki kualitas yang lebih baik dari pesaingnya.
d)      Kesiapsiagaan dalam mencapai sasaran
Untuk membuat usaha, harus diperhatikan hal-hal yang bisa menganggu perjalanan. Hal ini bisa berhubungan dengan factor eksternal maupun factor internal. Factor internal berhubungan dengan konflik antara anak buah atau pihak-pihak terkait maupun konflik dari pihak luar penyedia bahan maupun konsumen.
e)      Hubungan baik moral maupun materi dari pihak-pihak yang bisa membantu
Dukungan atau koneksi dari segala pihak penting dalam merencanakan usaha. Karenanya kita harus mampu menjaga hubungan baik dengan semua pihak.
Jika sudah berhasil merumuskan kekuatan dan kelebihan usaha, coba rangkum hingga ringkas. Visi yang ringkas tapi bermakna akan lebih mudah dipahami baik orang-orang dari dalam usaha maupun masyarakat luas. Secara singkat, criteria membuat visi haruslah.
Ø  Singkat dan mudah dipahami
Ø  Bermakna dan berwawasan luas.
Ø  Merupakan prinsip atau pandangan hidup bagi siwirausaha maupaun karyawannya.
Ø  Menarik untuk dibaca, dilihat, dan didengar.

MISI ORGANISASI USAHA
Kegiatan ayng dilakukan untuk mewujudkan visi, misi memiliki sasaran-sasaran yang memiliki jangka waktu yang lebih pendek ketimbang visi yang jauh kedepan.
Menurut Philip Kotler, dibentuk oleh lima elemen :
  1. sejarah tentang sasaran, kebijakan, dan keberhasilan.
  2. pilihan pemilik dan manajemen
  3. lingkungan pasar yang memperngaruhi
  4. sumber daya organisasi menentukan visi mana yang mungkin dijalankan.
  5. misi harus focus pada ciri kopetensinya.
Sasaran pada misi organisasi umumnya bersifat pada tataran departemen atau bagian. Kesatuan dan kinerja bersama antar bagian itu menyatu menjadi misi. Bagian yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut :
Ø  sasaran yang ingin dicapai bagian pemasaran
Ø  sasaran yang ingin dicapai bagian operasi atau produks
Ø  sasaran yang ingin dicapai SDM atau personalia
Ø  sasaran yang ingin dicapai bagian penelitian dan pengembangan
Ø  sasaran yang ingin dicapai bagian keuangan.
Misi harus sesuai dengan visi yang terlebih dahulu sudah dibentuk. Misalkan visi sebuah perusahaan adalah " Kepuasan pelanggan adalah idola kami ". maka pemasaran bisa memiliki misi untuk memberikan penawaran kepada pelanggan dengan pelayanan prima dan menjaga agar para konsumen selalu puas. Misalkan dengan memiliki layanan pengaduan, asuransi produk, dan lain sebaginya.







BAB III
PENUTUP

  1. KESIMPULAN
Wirausaha adalah orang yang lebih menyukai usaha-usaha yang lebih menantang untuk lebih mencapai kesuksesan atau kegagalan daripada usaha yang kurang menantang.
Cara membangun visi dan misi organisasi usaha adalah Visi organisasi usaha tidak hanya rangkaian kata indah. Visi organisasi memiliki makna lebih jauh dari itu, yakin sebagai pandangan yang dimilliki seluruh anggota organisasi usaha. Untuk menentukan visi organisasi, wirausaha harus memiliki visi pribadi. Ia harus memiliki gambaran kemana ia melangkah, sebelum ia bisa mengarahkan anak buahnya.
Faktor penghambat yang mungkin akan timbul dalam membuat usaha baru adalah Dalam membuat usaha baru, harus diperhatikan pula hambatan yang bisa timbul. Hambatan ini penting diperhatikan dalam membuat visi dan misi semakin kuat. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain :
Ø  Bagaimana keberadaan pesaing lain.
Seorang wirausaha baru wajib memiliki ide-ide yang menarik untuk menghadapi pesaing lain.
Ø  Perilaku dan kebiasaan konsumen.
Konsumen umumnya memiliki kebiasaan untuk mnegunjungi usaha yang sudah lama berdiri. Hal ini dapat berubah apabila seoarang wirausahawan memutuskan memiliki kualitas yang lebih baik dari pesaingnya.

2. SARAN
Dalam pembuatan makalah ini banyak sekali terdapat kesalahan baik dalam penullisan maupun penyusunan kalimat, kepada teman-teman dan dosen pembimbing dapat memberikan saran guna penyempurnaan selanjutnya.



DAFTAR PUSTAKA

WWW.Google . Perhitungan Resiko Dan Misi Kedepan Wirausaha.com

PROSES ISLAMISASI DI JAWA SEJAK MASA PASCA KERUNTUHAN MAJAPAHIT

MAKALAH PROSES ISLAMISASI DI JAWA SEJAK MASA PASCA KERUNTUHAN MAJAPAHIT Mata Kuliah            : Konsep Teori dan Pemikiran...